Sekjen Gerindra Berharap PSI Bergabung Usai Dikunjungi Prabowo

TEMPO.CO, Jakarta – Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani berharap Partai Solidaritas Indonesia atau PSI memberikan dukungannya ke Prabowo Subianto di Pilpres 2024. Hal itu diungkapkan Muzani pascakunjungan Prabowo ke DPP PSI pekan lalu.

Ia pun mengungkapkan harapannya agar tak bertepuk sebelah tangan.

“Pak prabowo itu calon presiden, ketika datang ke partai politik pasti harapannya partai yang kita datangi bisa memberikan dukungan, tidak terkecuali PSI. Kedatangan kami ke PSI harapannya PSI bisa memberikan support dukungan bagi pencalonan Pak Prabowo,” kata Muzani di kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu, 9 Agustus 2023. 

Menurut Muzani dalam waktu yang tidak lama lagi PSI bakal mengambil keputusan soal capres yang akan diusung. Ia menyebut partai yang diketuai Giring Ganesha tersebut sudah menyatakan bakal tegak lurus dengan Jokowi. 

“Berarti ya kira-kira PSI insya Allah dukung Pak Prabowo,” kata Muzani. 

Meski demikian, di internal PSI terjadi polemik atas kunjungan Prabowo ke partai itu. Salah satu kader yang menyatakan mundur setelah kunjungan Prabowo itu adalah Muhammad Guntur Romli. Guntur merupakan kader PSI yang menjadi ketua relawan pendukung Ganjar Pranowo, Ganjarian Spartan.

Setelah Guntur Romli, dua kader PSI lain mengikuti jejaknya. Keduanya adalah Estugraha dan Dwi Kundoyo. Keduanya menyinggung soal masa lalu Prabowo yang dianggap kelam.

Egha, sapaan Estugraha, yang merupakan wakil ketua umum kelompok relawan Ganjarian Spartan dan Dwi Kundoyo yang menjabat sebagai sekretaris jenderal di kelompok yang sama mengumumkan pengunduran diri mereka pada Senin, 7 Agustus 2023. 

Egha merupakan Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) PSI untuk DPRD Kota Bogor sementara Dwi Kundoyo merupakan Bacaleg untuk DPRD DKI Jakarta.

Baca Juga  Putusan DKPP Ugal-ugalan dan Bikin Gaduh

Iklan

Egha mengatakan bahwa PSI sebagai partai yang memiliki ideologi tidak perlu melakukan sambutan terhadap Prabowo. Apalagi kata Estu, disertai dengan gelar karpet merah.

“Berpikir Prabowo sebagai alternatif pemimpin saja sudah tidak pantas, apalagi “menggelar karpet merah” kepadanya,” kata dia. 

Sementara itu Mohamad Guntur Romli yang lebih dahulu mundur menyatakan keputusan tersebut diambil karena ingin fokus mengabdi sebagai Ketua Umum Ganjarian Spartan. 

“Iya, betul (resmi keluar PSI per hari ini). Saya fokus sebagai Ketua Umum Ganjarian Spartan,” kata Guntur pada Jumat, 4 Agustus 2023.

Guntur Romli mengatakan alasan dirinya keluar adalah karena adanya sinyal kedekatan antara PSI dan bakal Capres dari Partai Gerindra Prabowo Subianto. Guntur mengaku tak pernah diberi tahu ataupun diberi penjelasan oleh pengurus PSI terkait kehadiran Prabowo di DPP PSI, pada Rabu, 2 Agustus lalu.

“Alasan yang sebenarnya saya akhirnya memutuskan keluar dari PSI adalah kehadiran Prabowo di DPP PSI dan ‘tondo-tondo’ koalisi PSI dengan Prabowo itu tanpa dibuka terlebih dahulu ruang diskusi dan perdebatan karena terkait nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang sama-sama kita perjuangkan selama ini,” kata dia.

Pilihan Editor: Prabowo ke Solo Sore Ini untuk Hadiri Peringatan Hari Veteran Nasional Besok, Didampingi Gibran

M JULNIS FIRMANSYAH | ANTARA



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *